Bertemu di Ujung




By: Nandang Burhanudin
*****

(1) 
Perjumpaan kali ini cenderung langka. Bisa disebut pertemuan pertama usai Pak Anis Matta menjadi Ketum Partai Gelora. 

(2) 
Seperti biasa. Dialog pembuka yang ditanyakan, apa kabar dunia? Saya menjawab dengan senyuman. Entahlah pada pertemuan itu ada tambahan soal, apa kabar iman? 

(3) 
Saya hanya memeluk erat. Bukan tanpa alasan. Pak Anis sedang kebanjiran tamu dari beberapa pengurus Wilayah. Plus tentunya, ring inti setia ditambah tim manajemen sumberdaya manusia. 

(4) 
Ada satu kata yang saya catat. "Kita bertemu di ujung! " Perlu penerjemahan maksud kata "ujung". Saya memahaminya dengan input-sistem-output. 

(5) 
Input menginjeksi segala asupan kebajikan, dari manapun mata air kebajikan itu berasal. Terutama soal pemahaman yang relevan dengan kekinian dan kedisinian. 

(6) 
Sistem, berarti blending pemahaman dengan segala corak aksi. Tanpa perlu ada " daulat ratu" untuk bergerak atau "restu eyang" untuk tandang ke gelanggang. 

(7) 
Output, adalah mengosongkan segala ragu, prasangka buruk, pesimisme, hingga yang tersisa tekad membaja bahwa sebagai manusia merdeka: pilihan itu mutlak ada dalam diri sendiri, setelah izin Allah tentunya. 

(8) 
Itulah makna lain dari membentuk gelombang. Pak Anis Matta nampaknya sedang menginisiasi, bahwa potensi personal tidak boleh direduksi. Membiarkan imajinasi liar, tapi dalam kendali iman dan perjuangan. 

(9) 
Di ujung nanti, semua kita terbuka merajut kenangan romantis. Merenda asa, menyempurnakan catatan hidup. Usai tentunya, beberapa tahun lalu kita menjejak perjuangan ini dalam posisi panas meranggas. 

(10)
Pak Anis nampak enggan, terlalu mencampuri proses masing-masing kita dalam membingkai bukit, laut, kapal dan matahari menjadi mosaik. Mari bertemu di ujung: eksplorasi destinasi kita.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.