Tahun Depan, Kantong Plastik Di Bandung Kena Biaya Rp 5 Ribu

Perang melawan sampah plastik serius dilakukan Pemerintah Kota Bandung. Pemkot akan mengenakan biaya mencapai Rp 5 ribu untuk setiap pembelanjaan yang yang menggunakan kantong plastik pada tahun depan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Bandung, Kamalia Purbani menguraikan bahwa kebijakan itu dilakukan sebagai bentuk penerapan Peraturan Walikota (Perwal) 37/2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Peraturan Daerah Kota Bandung 17/2012 tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik.

Perwal tersebut baru saja resmi dikeluarkan oleh Wali Kota Bandung, Oded M Danial.

"Kisaran biayanya itu Rp 3 ribu sampai Rp 5 ribu, namun kita perlu kajian lebih lanjut untuk masalah itu, mungkin saja ada masyarakat yang belum terwakili dan belum setuju setelah survei tentang harga plastik itu," kata Kamalia di Hotel Ibis Braga Bandung, Kamis (10/10).

"Karena kalau harganya Rp 200 engga kerasa, mereka tetap akan membeli. Karna kalau harganya mahal maka mereka merasa keberatan sehingga mereka akan lebih memilih untuk membawa kantong belanja," jelasnya seperti dikutip Kantor Berita RMOL Jabar.

Menurutnya, kebijakan itu merupakan salah satu cara untuk mengurangi sampah kantung plastik dari hulu, yakni pusat perbelanjaan atau pertokoan yang kerap menggunakan kantung plastik kepada masyarakat yang berbelanja.

Selain itu, dia mengimbau kepada masyarakat untuk mengurangi penggunaan kantung plastik yang dapat merusak ekosistem lingkungan. Masyarakat bisa membawa kantung belanja atau kantung yang lebih ramah lingkungan.

"Ya makanya, kalau tidak mau dibebani biaya itu (kantung plastik), masyarakat harus membawa kantung masing-masing dari rumahnya, kan gampang, kantung ramah lingkungan itu sudah tersedia di mana-mana," kata dia.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.