Membuka Pintu Jendela

Sopir-sopir bus yang hobinya main ancam atau ugal-ugalan, singkirkan!
jendela bus


GarbiBDG - Primajasa, oh primajasa. Jasanya prima. Secara umum: tepat waktu, disiplin, murah, mudah, ramah, dan armadanya jarang mogok. Tarif dan rute jelas.

Satu saja penyakit Primajasa. Hobi menaikkan penumpang di tengah jalan, tol sekalipun. Plus, smoking area.

Aturan mainnya: "Primajasa dilarang menaikkan dan menurunkan penumpang di jalan tol." Justru berhenti di letter S strip.

Asap rokok, cukup mengganggu pernafasan. Tapi itulah mungkin segmen Primajasa. Merangkul semua kalangan, tidak ekslusif.

Akhir-akhir ini, saya perhatikan, bus-bus Primasaja di Area Smoking nampak pintu jendelanya bisa dibuka. Ruang tengah dipasang alat sirkulasi udara keluar.

Belum banyak bis semodel itu. Tapi cukup membantu. Menampung beragam orang, latarbelakang berlainan, kalau tidak sigap: bom waktu!

Satu lagi keunggulan Primajasa, sopirnya memiliki kemampuan kontrol emosi yang bagus. Plus-plusnya, sudah hapal medan. Tahu peta jalan, menerobos kemacetan.

Antar sopir,kondektur, dan penumpang: komunikasinya bagus. Maka ketsiqohan saya terhadap sopir Primajasa, cukup memadai. Terbukti, bisa terlelap tidur, sesekali tilawah.

Tapi saya mencatat, ada juga sopir nakal. Serakah. Rajatega terhadap sesama. Tragisnya, mengintimidasi penumpang.

Saya prediksi, itu sopir pindahan dari beberapa perusahan Bis yang bangkrut. Belum tershibghoh dengan pola pembinaan Primajasa, husnuzhannya begitu.

Primajasa oh jasa prima. Perbanyaklah membuka jendela. Jaga komunikasi dengan penumpang. Jaga stamina para sopir. Bergiliran, jangan serakah!

Sopir-sopir yang hobinya main ancam atau ugal-ugalan! Singkirkan! Mereka inilah yang merusak dan membuat bangkrut. Majulah Primasaja, apalagi bossmu orang Sunda!

Si Kabayan orang Sunda. Orang Sunda bukan si Kabayan!


Penulis: Nandang Burhanudin

1 komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.